<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3443487828286428172</id><updated>2011-11-14T13:49:44.799+07:00</updated><title type='text'>Islam Rahmatan Lil 'Alamin</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://abudinan165.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3443487828286428172/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abudinan165.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Abudinan Rahimahullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00281254305523218411</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_g4RXq6SwOMM/SIVwHkqteKI/AAAAAAAAAFQ/0ZIjhntLwjc/S220/abudinan165.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3443487828286428172.post-1871706741624123952</id><published>2011-10-08T06:42:00.000+07:00</published><updated>2011-10-08T06:42:47.119+07:00</updated><title type='text'>Guru dipukul Murid</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Beberapa hari ke belakang tepatnya tanggal 24 September 2011 di kota Bima Nusa Tenggara Barat telah terjadi sebuah peristiwa yang &lt;b&gt;memilukan sekaligus memalukan.&lt;/b&gt; Seorang guru MTs dipukul orang tua murid dan muridnya sendiri dengan disaksikan orang tuanya, guru-guru,dan polisi. Kejadian ini dipicu karena guru tersebut memukul muridnya yang mempermainkan guru tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Bagaimana pandangan kalian tentang peristiwa di atas?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3443487828286428172-1871706741624123952?l=abudinan165.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abudinan165.blogspot.com/feeds/1871706741624123952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3443487828286428172&amp;postID=1871706741624123952&amp;isPopup=true' title='175 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3443487828286428172/posts/default/1871706741624123952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3443487828286428172/posts/default/1871706741624123952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abudinan165.blogspot.com/2011/10/guru-dipukul-murid.html' title='Guru dipukul Murid'/><author><name>Abudinan Rahimahullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00281254305523218411</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_g4RXq6SwOMM/SIVwHkqteKI/AAAAAAAAAFQ/0ZIjhntLwjc/S220/abudinan165.jpg'/></author><thr:total>175</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3443487828286428172.post-1437897033344506073</id><published>2008-04-08T10:45:00.001+07:00</published><updated>2008-04-08T10:46:06.557+07:00</updated><title type='text'>KITA DAN AL QUR'AN</title><content type='html'>Dalam berinteraksi dengan Al qur'an, umat Islam saat ini berada di antara 4 situasi:&lt;br /&gt;Pertama, tersebutlah dalam sebuah cerita bahwa sepasang suami isteri dari sebuah desa berangkat ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Mereka tahu, bahwa mutu emas di tanah Arab itu sangat tinggi serta harganya pun relatif lebih murah. Untuk itu, mereka pun sepakat untuk membeli kalung dan seperangkat perhiasan lainnya. Sekembali ke kampungnya, mereka menyimpang emas-emas tersebut dalam sebuah laci yang indah dan dikunci rapat-rapat. Mereka melakukannya karena menganggap bahwa emas tersebut adalah sesuatu yang berharga, memiliki nilai besar (value) sehingga perlu dijaga dengan disimpan di tempat yang aman. Akhirnya, emas tersebut tidak pernah dipakai atau dinikmati sebagai perhiasan yang berharga karena kekhawatiran akan menurunkan nilai atau value dari emas yang dilikinya.&lt;br /&gt;Kedua, sepasang suami isteri dari kampung lain melancong ke kota New York, kota metropolitan, kotanya dunia. Setiba di New York, mereka mencari tempat untuk menyewa mobil. Setelah deal selesai, sang penyewa meminta sebuah "map" (peta) kota New York. Mereka sadar, sebagai musafir yang asing (stranger traveler) mereka memerlukan peta agar tidak tersesat dalam perjalanan di kota yang baru bagi mereka. Sayangnya, selama perjalanan peta (map) tersebut hanya dipegang, minimal dilihat tapi tidak difahami secara serius petunjuk-petunjuknya. Akhirnya, mereka berjalan dan berjalan, namun tujuan yang ingin dicapainya tidak pernah dicapainya. Bahkan mereka berjalan ke arah yang sesat, terperangkap dalam sebuah rimba yang penuh binatan buas.&lt;br /&gt;Ketiga, seorang pemuda kampung datang ke kota. Setiba di kota, sang pemuda diajak ke pantai oleh seorang temannya yang kebetulan penyelam. Sesampai di pantai tersebut, sang pemuda pertama kali menemukan kotoran-kotoran, sampah-sampah dan hanya pasir-pasir dan batu-batuan. Terbetiklah dalam benak pemuda kampung, betapa bodohnya pemuda kota yang selalu menyelam di lautan yang hanya penuh kotoran dan sampah tersebut. Sang pemuda kampung tidak sadar, betapa dalam lautan tersembunyi mutiara dan berbagai benda berharga lainnya. Sayangnya, sang pemuda hanya mampu melihat pinggiran lautan yang tidak terpelihara secara baik sehingga penuh dengan kotoran dan sampah dan tidak mampu menangkap berbagai rahasia keindahandi dalamnya.&lt;br /&gt;Keempat, Seorang pensiunan hansip dari sebuah kampung terpencil pergi melancong ke kota London. Selama menjadi hansip, dia selalu taat dengan aturan-aturan yang selama ini dihafalnya, termasuk menghafal lafaz pancasila dan pembukaan uud 45-nya. Sebagai law obedient person, dia sudah bertekad untuk tidak melakukan lagi hal-hal lain yang di luar hafalannya. Setiba di London, sang hansip diperhadapkan kepada aturan-aturan baru yang selama ini belum ada di pemikirannya. Maka, ia menolak untuk mentaati kota London karena menurutnya, aturan-aturan tersebut tidak sesuai dengannya yang selama ini difahaminya.&lt;br /&gt;Ikhwati,&lt;br /&gt;Kira-kira begitulah sekarang ini. Kita dalam berinteraksi dengan Al Qur'an berada pada posisi di atas, atau minimal berada pada salah satu kelompok manusia as sebagaimana digambarkan di atas:&lt;br /&gt;Pertama, kita sadar bahwa Al Qur'an itu sangat berharga, memiliki nilai yang sangat tinggi. Al Qur'an itu kita hargai dan cintai. Namun pernghargaan dan kecintaan kita terhadap Al Qur'an, ibarat kecintaan dan penghargaan seorang haji terhadap emasnya. Kita membeli Al Qur'an yang paling fancy, yang paling mahal dan paling indah. Sayangnya, Al Qur'an hanya dijadikan perhiasan yang tersimpan di dalam laci, dikunci karena dianggap suci. Al Qur'an justeru karena keyakinan kesuciannya, jarang tersentuh. Paling tidak, hanya disentuh disaat akan membaca Yaasiin, karena mungkin seseorang di antara anggota keluarga ada yang sakit keras (sakarat) atau mungkin karena seseorang meninggal dunia.&lt;br /&gt;Kedua, kita sadar bahwa kita semua adalah musafir menuju peristirahatan akhir. Kita berjalan menuju alam kekal. Dan di dalam perjalanan ini, kita membutuhkan peta (map), petunjuk jalan agar kita tidak tersesat. Dengan peta, kita minimal akan mudah menemukan jalan yang terefektif dan aman. Jika tidak, maka mungkin saja, kita tersesat ke dalam hutan rimba yang penuh srigala dan binatan buas lainnya. Dunia ini adalah ganas. Dunia ini penuh dengan perangkap dan tipu muslihat. Kalaulah dalam perjalanan ini, kita tidak cermat mencari jalan aman, sesuai dengan petunjuk jalan yang baku, maka kita dapat terjatuh dalam perangkap dan tipu muslihat duniawi. Sayangnya, peta atau petunjuk jalan tersebut, hanya dipegang dan tidak dipelajari, atau minimal dibaca tapi tidak difahami. Sehingga rasanya, perjalanan kita serba semrawut tidak terarah, karena peta yang kita miliki hanya justeru menjadi beban dalam perjalanan.&lt;br /&gt;Ketiga, kurangnya keimanan dan keilmuan kita, menjadikan kita kadang tergesa-gesa mengambil sebuah kesimpulan keliru terhadap Al Qur'an. Arogansi manusia tidak jarang berkata, Al Qur;an itu hanya penuh dengan beban-beban ajaran yang menghambat kemajuan hidup atau kehidupan yang dinamis. Al Qur'an menghambat kemajuan dunia. Al Qur'an telah usang. Al Qur'an hanya akan semakin menghambat kehidupan yang modern. Ibarat pemuda kampungan yang diajakn jalan ke pinggir pantai pertama kali. Padahal, Al Qur'an adalah lautan yang tak akan pernah habis terselami. Di dalamnya tersimpan segala sesuatu yang berharga. Di dalamnya ada emas, mutiara dan berbagai barang mulia dengan valuenya yang sangat tinggi. Sayang otak kampungan menganggapnya justeru hanya "hambatan" kemajuan kehidupan yang dianggap modern.&lt;br /&gt;Keempat, pada semua negeri ada aturan. Aturan adalah sebuah keniscayaan. Negeri tanpa aturan tak lebih dari sebuah negeri dari kumpulan hewan-hewan. Manusia yang hidup dalam sebuah negeri, tanpa ingin diatur oleh sebuah aturan, mereka tak lebih dari hewan-hewan yang berbentuk manusia. Kita hidup di negerinya Allah. Kita menumpang mencari makan, sedang melancong (musafir) dalam negeriNya. Maka, akankah diterima sebagai sebuah kewajaran, di saat kita mengatakan bahwa aturan Al Qur'an tak bisa diterima karena "aku" sendiri sudah punya aturan? Jika tetap berpendirian demikian, silahkan cari negeri, silahkan cari dunia, di mana anda dapat mengklaim sebagai dunia yang Tuhan tidak perlu campur tangan. Ciptakanlah dunia baru anda, yang di dalamnya Tuhan memang tidak perlu campur tangan. Selama anda masih ada di planet sekarang, planet yang anda merasa belum pernah menciptakannya sendiri, jangan coba-coba berprilaku "kuno" menganggap punya aturan-aturan sendiri. Karena di mana pun anda pergi, setiap pemilik negeri akan membuat aturannya sendiri. Dan dunia seluruhnya (al'aalamiin) adalah negeriNya Allah. Untuk itu, adalah sangat tidak masuk akal dan tidak realis&lt;br /&gt;Ikhwati,&lt;br /&gt;Lalu di manakah saya, anda dan kita semua? Masih masih-masing kita melakukan introspeksi. Buka akal dan hati, hancurkan keegoan yang selalu angkuh dan bersikap "fir'aunis" ala Ramsis II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,Syamsi AliNew York&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3443487828286428172-1437897033344506073?l=abudinan165.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abudinan165.blogspot.com/feeds/1437897033344506073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3443487828286428172&amp;postID=1437897033344506073&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3443487828286428172/posts/default/1437897033344506073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3443487828286428172/posts/default/1437897033344506073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abudinan165.blogspot.com/2008/04/kita-dan-al-quran.html' title='KITA DAN AL QUR&apos;AN'/><author><name>Abudinan Rahimahullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00281254305523218411</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_g4RXq6SwOMM/SIVwHkqteKI/AAAAAAAAAFQ/0ZIjhntLwjc/S220/abudinan165.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3443487828286428172.post-5670486892251615967</id><published>2008-04-08T10:42:00.000+07:00</published><updated>2008-04-08T10:44:05.133+07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Anda Memperlakukan Al-Qur'an?</title><content type='html'>Al-Qur'an memperkenalkan dirinya sebagai "Kitab yang tiada keraguan didalamnya sebagai petunjuk bagi orang yang bertakwa" (Qs 2: 2). Artinya, kitab suci Al-Qur'an merupakan petunjuk dan pegangan hidup kita. Persoalannya sekarang, bagaimana sebenarnya kita memperlakukan Al-Qur'an dalam hidup kita?&lt;br /&gt;Buat sebagian kecil dari kita Al-Qur'an dipandang seolah-olah sebagai "jimat" yang kalau ayat tertentu dibaca maka akan menimbulkan hal yang luar biasa, buat sebagian dari kita Al-Qur'an hanyalah merupakan objek ilmiah yang pantas utk dikotak-katik ayatnya satu demi satu, buat sebagian lagi dari kita mungkin saja Al-Qur'an merupakan sumber "legitimasi", dalam arti kita gunakan akal pikiran kita utk memecahkan atau menjelaskan masalah lalu kita cari justifikasinya dalam ayat Qur'an.&lt;br /&gt;Apakah cukup al-Qur'an kita perlakukan demikian? Bukankah ia merupakan kitab petunjuk? Sebagai kitab petunjuk berarti al-Qur'an merupakan sumber inspirasi dan sumber bagi hidup kita. Pernahkah kita bila menghadapi masalah kita pecahkan dengan membaca Qur'an? Sudikah kita disaat mendapat banyak rezeki kita syukuri rezeki itu dengan membaca al-Qur'an? Maukah kita disamping membaca koran dan email tiap hari juga mau membaca al-Qur'an setiap hari? Pernahkah kita introspeksi perjalanan hidup kita dengan melihat kandungan ayat suci al-Qur'an sebagai "hakim"nya? Pada umur berapa kita mulai tertarik dengan al-Qur'an dan bersedia menelaah ayat demi ayatnya?&lt;br /&gt;Saya percaya karena Al-Qur'an merupakan kitab petunjuk bagi kita, maka siapapun kita dan apapun background pendidikan kita, maka kita memiliki hak yang sama utk mengakses kitab suci Al-Qur'an. Sudahkah kita gunakan hak kita itu dengan sebaik-baiknya?&lt;br /&gt;Membaca Al-Qur'an merupakan syarat pertama untuk menjadikan kitab suci ini sebagai petunjuk hidup kita. Bisakah kita menjadikan al-Qur'an sebagai petunjuk, namun amat jarang kita membacanya?&lt;br /&gt;Konon, Iqbal kecil dibisiki oleh Ayahnya, "Bacalah Qur'an seakan-akan ia diturunkan untukmu". "Sejak saat itu," kata Dr. Muhammad Iqbal--cendekiawan besar asal India, "setiap aku membaca al-Qur'an seakan-akan Al-Qur'an berbicara padaku!"&lt;br /&gt;Maukah kita meningkatkan kedudukan kita, dari sekedar membaca al-Qur'an sampai "berbicara" dengan Al-Qur'an?&lt;br /&gt;Maha Benar Allah dengan Segala Firman-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadirsyah Hosen adalah dosen Fakultas Syariah UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3443487828286428172-5670486892251615967?l=abudinan165.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abudinan165.blogspot.com/feeds/5670486892251615967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3443487828286428172&amp;postID=5670486892251615967&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3443487828286428172/posts/default/5670486892251615967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3443487828286428172/posts/default/5670486892251615967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abudinan165.blogspot.com/2008/04/bagaimana-anda-memperlakukan-al-quran.html' title='Bagaimana Anda Memperlakukan Al-Qur&apos;an?'/><author><name>Abudinan Rahimahullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00281254305523218411</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_g4RXq6SwOMM/SIVwHkqteKI/AAAAAAAAAFQ/0ZIjhntLwjc/S220/abudinan165.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3443487828286428172.post-4394555004777755305</id><published>2008-04-04T15:12:00.000+07:00</published><updated>2008-04-04T15:14:28.194+07:00</updated><title type='text'>ALQURAN: The Word of God</title><content type='html'>Pembicaraan ini akan kita awali dengan beberapa pertanyaan&lt;br /&gt;Pertama, Ketika kamu sakit, kemanakah kamu akan pergi ?&lt;br /&gt;Kedua, Jika mobilmu mogok, akan dibawa kemana mobilmu itu ?&lt;br /&gt;Ketiga,Jika kamu ingin membuat kue yang enak,kepada siapa kamu akan belajar ?&lt;br /&gt;Jawabannya sangat sederhana : Kepada ahlinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah kira-kira logika sederhana membimbing kita. Bila kita punya masalah, tentu kita akan mencari orang yang tepat, yaitu orang yang paling tahu tentang cara memecahkan masalah kita. Ketika sakit, pergi ke dokter, mobil mogok  bawa ke bengkel, ingin membuat kue yang enak, belajar ke ahli kue.&lt;br /&gt;Apa jadinya bila orang membawa Teve rusak ke dokter, atau membawa orang sakit ke akuntan? Itu kan bloon, alias sinting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga halnya dengan logika penerapan al-Qur’an sebagai pedoman hidup.&lt;br /&gt;Dalam hidupnya, manusia butuh aturan, supaya apa ? supaya hidupnya teratur dong.&lt;br /&gt;Lalu aturan yang mana  yang paling cocok untuk manusia? Jawabnya,  aturan yang dibuat oleh yang membuat manusia. Siapakah dia? Kalian sudah tahu jawabannya : God alias Tuhan alias Gusti Allah. Satu pertanyaan lagi, apa saja sich aturan-aturan yang sudah dibuat oleh gusti Allah itu ?  (1) Taurat (2) Jabur (3) Injil (4) al-Qur’an. Dan,karena kita umat Nabi Muhammad, berarti aturan yang sudah dibuat oleh gusti Allah adalah al-Qur’an. Itu berarti pula, bahwa aturan yang paling cocok buat kita manusia adalah al-Qur’an. Ngarti henteu barudak ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan hiji deui :&lt;br /&gt;Bagaimana kita bisa yakin bahwa aturan yang cocok untuk manusia adalah aturan yang dibuat oleh Tuhan ?&lt;br /&gt;Jawabnya : ya iya atuh, dengekun yeuh, kan yang bikin manusia itu Tuhan, itu berarti Tuhan tahu betul keadaan manusia. ti luhur sausap rambut jeung ketombe-ketombena, tihandap sahibas dampal jeung rorombeheun-rorombeheunnana, titengah saaya-aya gusti Allah apal pisan kaurang, gusti Allah tahu betul tentang kita, tentang diri kita, tentang keinginan kita, tentang kebutuhan kita, termasuk tentang aturan yang akan cocok bagi kita semua manusia. Sekali lagi, karena dia yang bikin kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam al-Qur’an akan kamu dapati  pedoman yang benar, yang baik, yang indah yang bermanfaat, dan yang memberi arah bagi kehidupan dunia, kematian dan kehidupan akhirat. Sementara pedoman buatan manusia dalam bidang apapun selalu mengandung cacat, menyimpang, terpecah-pecah dan terbatas.&lt;br /&gt;Al-Qur’an menjelaskan bahwa manusia sebagai khalifah di bumi. Kita diciptakan untuk beribadah hanya kepada Allah. Jadi segala perilaku kita (belajar, bekerja, shalat, dll) harus diniati ibadah. Nilai manusia terletak pada ketaqwaannya. Bukan kegagahan, kecantikan, kekayaan, atau kepopuleran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geus heula, bisi lieur loba teuing mah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Dinan El-Sundie&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3443487828286428172-4394555004777755305?l=abudinan165.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abudinan165.blogspot.com/feeds/4394555004777755305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3443487828286428172&amp;postID=4394555004777755305&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3443487828286428172/posts/default/4394555004777755305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3443487828286428172/posts/default/4394555004777755305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abudinan165.blogspot.com/2008/04/alquran-word-of-god.html' title='ALQURAN: The Word of God'/><author><name>Abudinan Rahimahullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00281254305523218411</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_g4RXq6SwOMM/SIVwHkqteKI/AAAAAAAAAFQ/0ZIjhntLwjc/S220/abudinan165.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
